Trauma Saluran Kemih

Saluran kemih manusia terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Saluran kemih merupakan salah satu organ tubuh atau alat tubuh manusia dalam memproses sisa-sisa metabolisme tubuh dari berbagai macam zat yang terkandung yang kemudian diolah menjadi air seni atau air kemih yang kemudian dialirkan ke saluran kemih untuk dibuang.

Namun apa jadinya bila saluran kemih ini mengalami gangguan atau infeksi yang diakibatkan oleh beberapa hal yang mungkin seseorang pernah mengalami gejala atau penyakit infeksi salauran kemih sebelumnya kemudian melakukan suatu pengobatan yang menimbulkan efek samping seperti trauma karena luka tembus (tusuk), trauma tumpul, terapi penyinaran maupun pembedahan sebagai upaya dari pengobatan infeksi saluran kemih terdahulu yang pernah dilakukan.

Gejala yang ditimbulkan penyakit infeksi saluran kemih ini umumnya memang tak terlalu dapat diketahui dan dikenali, namun jika gejala yang ditimbulkan semakin sering dialami, maka gejala tersebut akan memperlihatkan adanya darah yang terkandung bersama urine (hematuria), kurangnya rasa ingin berkemih yang disertai rasa nyeri yang ditimbulkan.

Pada beberapa orang yang mengalami hal demikian akan merasakan trauma seperti nyeri tumpul, pembengkakan, memar dan jika gejala yang dirasakan sudah cukup berat dapat menurunkan tekanan darah (syok). Untuk melakukan pencegahan terhadap kerusakan yang lebih buruk pada saluran kemih dan mencegah angka kematian yang semakin bertambah maka perlu dilakukan suatu pemeriksaan yang tergantung dari diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Trauma yang terjadi dari saluran kemih yang bermasalah hingga menimbulkan infeksi dan luka lainnya pada saluran kemih ini dapat menimbulkan trauma, seperti :

1. Trauma ginjal

Trauma ginjal yang menyebabkan luka pada ginjal karena pernah mengalami suatu kecelakaan kendaraan bermotor, terjatuh atau trauma pada saat berolahraga. Trauma ginjal yang terjadi akibat pernah terkena tembakan atau tikaman benda tajam.

Tentunya hal tersebut menyisakan trauma pada organ ginjal yang berdampak pada sistem saluran kemih, dan beberapa orang yang pernah mengalami trauma yang disebabkan oleh tikaman benda tajam atau tembakan dsb akan berpengaruh pada air kemih yang bercampur dengan darah.

Trauma pada ginjal ini cukup berbahaya dan perlu diwaspadai, karena apabila ginjal mengalami luka berat yang kemudian terjadi perdarahan yang cukup hebat dan air kemih dapat merembes masuk ke jaringan ginjal dan sekitarnya. Kemungkinan buruk yang terjadi adalah ketika salah satu ginjal terpisah dari tangkainya yang mengandung vena dan arteri, akan terjadi perdarahan hebat yang disertai tekanan darah yang semakin menurun drastis atau syok berakibat pada kematian.

2. Trauma Ureter

Pernah dilakukannya suatu pembedahan pada organ panggul atau perut seperti histerektomi, reseksi kolon atau uteroskopi yang sebagian besar mengakibatkan trauma ureter yang terjadi pada saluran dari ginjal yang menuju ke kandung kemih. Efek samping yang terjadi dari pembedahan ini seringkali terjadi kebocoran air kemih dari luka yang terbentuk akibat dari pembedahan atau berkurangnya produksi air kemih. Gejala dari trauma ureter ini tidak mudah dikenali namun umumnya hanya timbul demam atau nyeri.

Penyebab dari trauma ureter hampir sama dengan trauma ginjal seperti luka tembak yang tepat mengenai bagian ureter. Pemeriksaan diagnostik yang biasanya dilakukan adalah urografi intravena, CT scan dan urografi retrograd.

Jika trauma ureter terjadi akibat pembedahan, maka dilakukan pembedahan lainnya untuk memperbaiki ureter. Ureter bisa disambungkan kembali ke tempat asalnya atau di bagian kandung kemih yang lainnya. Pada trauma yang tidak terlalu berat, dipasang kateter ke dalam ureter dan dibiarkan selama 2-6 minggu sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan. Pengobatan terbaik untuk trauma ureter akibat luka tembak atau luka tusuk adalah pembedahan.

3. Trauma kandung kemih

Trauma kandung kemih ini sering kali terjadi akibat dari kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan robekan pada kandung kemih. Luka tembus yang juga diakibatkan dari tembakan juga dapat mencederai kandung kemih. Gejala yang paling sering terjadi dari trauma kandung kemih ini adalah kesulitan ketika berkemih.

Untuk mengetahui trauma kandung kemih yang disebabkan karena tembakan atau kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan robekan pada kandung kemih. Dilakukan suatu diagnosis berdasarkan pemeriksaan sistografi atau dilakukannya suatu pembedahan dengan membuka sayatan kecil (laserasi) dengan memasukkan kateter ke dalam uretra untuk mengeluarkan air kemih yang berlangsung 7-10 hari dan kandung kemih akan mulai membaik dengan sendirinya.

Untuk luka yang lebih berat, biasanya dilakukan pembedahan untuk menentukan luasnya cedera dan untuk memperbaiki setiap robekan. Selanjutnya air kemih dibuang dari kandung kemih dengan menggunakan 2 kateter, 1 terpasang melalui uretra (kateter trans-uretra) dan yang lainnya terpasang langsung ke dalam kandung kemih melalui perut bagian bawah (kateter suprapubik). Kateter tersebut dipasang selama 7-10 hari atau diangkat setelah kandung kemih mengalami penyembuhan yang sempurna.

4. Trauma uretra

Penyebab yang paling umum dari trauma uretra ini adalah patah tulang panggul yang kemudian menyebabkan kedua kaki mengangkang. Umumnya terjadi pada pria. Jika dilakukan suatu pembedahan pada uretra atau alat yang dimasukkan ke dalam uretra yang juga dapat melukai uretra, namun luka yang terjadi cukup ringan.

Trauma uretra yang memang terjadi hanya pada bagian uretra pada pria, gejala yang ditimbulkan adalah terdapat darah di bagian ujung alat vital pria, hematuria dan gangguan saat berkemih. Bahkan terkadang air kemih ini dapat merembes ke dalam jaringan di dinding perut, kantung zakar atau perinum (daerah antara anus dan vulva atau kantung zakar).

Penyempitan ureter (striktur) di daerah yang terkena biasanya merupakan komplikasi yang bisa terjadi di kemudian hari. Hal ini bisa menyebabkan impotensi akibat kerusakan arteri dan saraf penis. Diagnosis ditegakkan berdasarkan uretrogram retrograd.

Pengobatan untuk memar ringan adalah memasukkan kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih selama beberapa hari untuk mengeluarkan air kemih dan uretra akan membaik dengan sendirinya. Untuk cedera lainnya, pengeluaran air kemih dari uretra dilakukan dengan cara memasang kateter langsung ke dalam kandung kemih. Untuk struktur uretra dilakukan perbaikan melalui pembedahan.

Cara Pemesanan Obat Infeksi Saluran Kemih

Obat Infeksi Saluran Kemih Herbal, Alami dan Tradisional Untuk Membantu Meluruhkan Batu Oksalat Di Ginjal dan Saluran Kemih

Harga Obat Infeksi Saluran Kemih

Produk Obat Infeksi Saluran Kemih Herbal dan Alami

Harga Obat Infeksi Saluran Kemih 1 Botol Isi 60 Kapsul = Rp.145.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Paket Hemat Obat Infeksi Saluran Kemih Alami dan Herbal

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.580.000 Jadi Rp.435.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.145.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

Cara Pemesanan Cepat Obat Infeksi Saluran Kemih:

SMS ke 0818-0773-0772 , tuliskan : Pesan GinGin Obat Infeksi Saluran Kemih, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Berapa Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda, Alamat Kirim Lengkap dan Pembayaran Via Bank Apa


=====================================

>>> Obat Infeksi Saluran Kemih Herbal Untuk Membantu Meluruhkan Batu Oksalat Di Ginjal dan Saluran Kemih, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Infeksi Saluran Kemih and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.