Penyakit Saluran Kemih Pada Anak

Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi di sepanjang saluran kemih, termasuk ginjal itu sendiri, akibat proliferasi suatu mikroorganisme. Sebagian besar infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri, tetapi jamur dan virus juga dapat menjadi penyebabnya. Infeksi bakteri tersering disebabkan oleh E.coli, suatu kontaminan tinja yang sering ditemukan di daerah anus.

Infeksi saluran kemih sering terjadi pada anak perempuan dan wanita dewasa. Salah satu penyebabnya dalah uretra wanita yang lebih pendek sehingga bakteri kontaminan lebih mudah memperoleh akses ke kandung kemih. Faktor lain yang berperan meningkatkan infeksi saluran kemih pada anak perempuan dan wanita dewasa adalah kecenderungan budaya untuk menahan urine, serta iritasi kulit lubang uretra pada wanita sewaktu berhubungan intim.

Hingga 50% bayi dan anak prasekolah dengan UTI khususnya mereka yang demam mengalami infeksi kandung kemih dan ginjal. Jika ginjal terinfeksi dan reflex menjadi parah, 5-20% anak mengalami ginjal yang terluka. Jika sedikit atau tidak ada reflux, sangat sedikit anak-anak yang mengalami luka di ginjalnya. Luka menjadi perhatian karena hal ini bisa menyebakan tekanan darah tinggi dan kerusakan fungsi ginjal pada masa dewasa.

Posted in Penyakit Infeksi Saluran Kemih | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Saluran Kemih

Kandung kemih yang sehat mampu menjaga keadaan saluran kencing dengan mengeluarkan urine secara teratur dan urine bebas bakteri. Namun, keadaan tertentu menyebabkan masuknya bakteri (utamanya Eschereschia coli/E.coli) ke dalam saluran kencing.

Bakteri ini berasal dari rectum/dubur dengan lelauasa dapat berpindah ke uretra. Saluran kencing wanita yang lebih pendek dibandingkan pria serta letak lubang kencing yang juga sangat dekat dengan dubur mengakibatkan semakin mudahnya bakteri masuk ke uretra.

Gambar 1: Saluran kemih wanita

Gambar 2 : Saluran kencing pada pria

Infeksi yang terjadi pada saluran kencing serta keluarnya nanah dan kuman-kuman dari ginjal dapat menyebabkan rusaknya atau iritasi pada lapisan epithel pada kandung kemih.

Kandung kemih orang dewasa normal dapat menampung sekitar 400 ml cairan tanpa peningkatan tekanan intravesikel yang bermakna (< 20 cmH²O). Di atas angka ini, perasaan kandung kemih yang penuh akan dihantarkan ke medula spinalis sakral. Bila tidak ditekan oleh kontrol korteks, korda sakralis secara refleks mengubah impuls motorik yang kuat dan menyebabkan otot detrusor berkontraksi lama.

Penyakit saluran kemih dikenal dengan istilah ISK atau kepanjangannya Infeksi Saluran Kemih. Penyebab ISK adalah kebiasaan yang sering tidak kita sadari misalnya terlalu lama menahan kencing, kurang minum air putih, atau karena memang ada gangguan lain dalam tubuh.

Penyakit saluran kemih merupakan penyebab penyakit batu ginjal dan disusul gangguan pembesaran prostat pada laki-laki usia lanjut. penyakit saluran kemih dikenal dengan istilah ISK atau kepanjangannya Infeksi Saluran Kemih. Penyebab ISK adalah kebiasaan yang sering tidak kita sadari misalnya terlalu lama menahan kencing, kurang minum air putih, atau karena memang ada gangguan lain dalam tubuh.

Posted in Penyakit Infeksi Saluran Kemih | Tagged , , , , , | Leave a comment

Trauma Saluran Kemih

Saluran kemih manusia terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Saluran kemih merupakan salah satu organ tubuh atau alat tubuh manusia dalam memproses sisa-sisa metabolisme tubuh dari berbagai macam zat yang terkandung yang kemudian diolah menjadi air seni atau air kemih yang kemudian dialirkan ke saluran kemih untuk dibuang.

Namun apa jadinya bila saluran kemih ini mengalami gangguan atau infeksi yang diakibatkan oleh beberapa hal yang mungkin seseorang pernah mengalami gejala atau penyakit infeksi salauran kemih sebelumnya kemudian melakukan suatu pengobatan yang menimbulkan efek samping seperti trauma karena luka tembus (tusuk), trauma tumpul, terapi penyinaran maupun pembedahan sebagai upaya dari pengobatan infeksi saluran kemih terdahulu yang pernah dilakukan.

Gejala yang ditimbulkan penyakit infeksi saluran kemih ini umumnya memang tak terlalu dapat diketahui dan dikenali, namun jika gejala yang ditimbulkan semakin sering dialami, maka gejala tersebut akan memperlihatkan adanya darah yang terkandung bersama urine (hematuria), kurangnya rasa ingin berkemih yang disertai rasa nyeri yang ditimbulkan.

Pada beberapa orang yang mengalami hal demikian akan merasakan trauma seperti nyeri tumpul, pembengkakan, memar dan jika gejala yang dirasakan sudah cukup berat dapat menurunkan tekanan darah (syok). Untuk melakukan pencegahan terhadap kerusakan yang lebih buruk pada saluran kemih dan mencegah angka kematian yang semakin bertambah maka perlu dilakukan suatu pemeriksaan yang tergantung dari diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Trauma yang terjadi dari saluran kemih yang bermasalah hingga menimbulkan infeksi dan luka lainnya pada saluran kemih ini dapat menimbulkan trauma, seperti :

1. Trauma ginjal

Trauma ginjal yang menyebabkan luka pada ginjal karena pernah mengalami suatu kecelakaan kendaraan bermotor, terjatuh atau trauma pada saat berolahraga. Trauma ginjal yang terjadi akibat pernah terkena tembakan atau tikaman benda tajam.

Tentunya hal tersebut menyisakan trauma pada organ ginjal yang berdampak pada sistem saluran kemih, dan beberapa orang yang pernah mengalami trauma yang disebabkan oleh tikaman benda tajam atau tembakan dsb akan berpengaruh pada air kemih yang bercampur dengan darah.

Trauma pada ginjal ini cukup berbahaya dan perlu diwaspadai, karena apabila ginjal mengalami luka berat yang kemudian terjadi perdarahan yang cukup hebat dan air kemih dapat merembes masuk ke jaringan ginjal dan sekitarnya. Kemungkinan buruk yang terjadi adalah ketika salah satu ginjal terpisah dari tangkainya yang mengandung vena dan arteri, akan terjadi perdarahan hebat yang disertai tekanan darah yang semakin menurun drastis atau syok berakibat pada kematian.

2. Trauma Ureter

Pernah dilakukannya suatu pembedahan pada organ panggul atau perut seperti histerektomi, reseksi kolon atau uteroskopi yang sebagian besar mengakibatkan trauma ureter yang terjadi pada saluran dari ginjal yang menuju ke kandung kemih. Efek samping yang terjadi dari pembedahan ini seringkali terjadi kebocoran air kemih dari luka yang terbentuk akibat dari pembedahan atau berkurangnya produksi air kemih. Gejala dari trauma ureter ini tidak mudah dikenali namun umumnya hanya timbul demam atau nyeri.

Penyebab dari trauma ureter hampir sama dengan trauma ginjal seperti luka tembak yang tepat mengenai bagian ureter. Pemeriksaan diagnostik yang biasanya dilakukan adalah urografi intravena, CT scan dan urografi retrograd.

Jika trauma ureter terjadi akibat pembedahan, maka dilakukan pembedahan lainnya untuk memperbaiki ureter. Ureter bisa disambungkan kembali ke tempat asalnya atau di bagian kandung kemih yang lainnya. Pada trauma yang tidak terlalu berat, dipasang kateter ke dalam ureter dan dibiarkan selama 2-6 minggu sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan. Pengobatan terbaik untuk trauma ureter akibat luka tembak atau luka tusuk adalah pembedahan.

3. Trauma kandung kemih

Trauma kandung kemih ini sering kali terjadi akibat dari kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan robekan pada kandung kemih. Luka tembus yang juga diakibatkan dari tembakan juga dapat mencederai kandung kemih. Gejala yang paling sering terjadi dari trauma kandung kemih ini adalah kesulitan ketika berkemih.

Untuk mengetahui trauma kandung kemih yang disebabkan karena tembakan atau kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan robekan pada kandung kemih. Dilakukan suatu diagnosis berdasarkan pemeriksaan sistografi atau dilakukannya suatu pembedahan dengan membuka sayatan kecil (laserasi) dengan memasukkan kateter ke dalam uretra untuk mengeluarkan air kemih yang berlangsung 7-10 hari dan kandung kemih akan mulai membaik dengan sendirinya.

Untuk luka yang lebih berat, biasanya dilakukan pembedahan untuk menentukan luasnya cedera dan untuk memperbaiki setiap robekan. Selanjutnya air kemih dibuang dari kandung kemih dengan menggunakan 2 kateter, 1 terpasang melalui uretra (kateter trans-uretra) dan yang lainnya terpasang langsung ke dalam kandung kemih melalui perut bagian bawah (kateter suprapubik). Kateter tersebut dipasang selama 7-10 hari atau diangkat setelah kandung kemih mengalami penyembuhan yang sempurna.

4. Trauma uretra

Penyebab yang paling umum dari trauma uretra ini adalah patah tulang panggul yang kemudian menyebabkan kedua kaki mengangkang. Umumnya terjadi pada pria. Jika dilakukan suatu pembedahan pada uretra atau alat yang dimasukkan ke dalam uretra yang juga dapat melukai uretra, namun luka yang terjadi cukup ringan.

Trauma uretra yang memang terjadi hanya pada bagian uretra pada pria, gejala yang ditimbulkan adalah terdapat darah di bagian ujung alat vital pria, hematuria dan gangguan saat berkemih. Bahkan terkadang air kemih ini dapat merembes ke dalam jaringan di dinding perut, kantung zakar atau perinum (daerah antara anus dan vulva atau kantung zakar).

Penyempitan ureter (striktur) di daerah yang terkena biasanya merupakan komplikasi yang bisa terjadi di kemudian hari. Hal ini bisa menyebabkan impotensi akibat kerusakan arteri dan saraf penis. Diagnosis ditegakkan berdasarkan uretrogram retrograd.

Pengobatan untuk memar ringan adalah memasukkan kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih selama beberapa hari untuk mengeluarkan air kemih dan uretra akan membaik dengan sendirinya. Untuk cedera lainnya, pengeluaran air kemih dari uretra dilakukan dengan cara memasang kateter langsung ke dalam kandung kemih. Untuk struktur uretra dilakukan perbaikan melalui pembedahan.

Posted in Penyakit Infeksi Saluran Kemih | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemiih yang apabila sudah dirasakan dan belum menunjukkan gejala yang signifikan masih dapat diatasi atau dicegah untuk mengurangi resiko dari infeksi saluran kemih akut atau kronik. Infeksi saluran akut atau kronik dapat mempengaruhi adanya penyakit lainnya mudah muncul seperti gangguan ginjal, saluran kandung kemih, terbentuknya batu di saluran kemih yang dapat berakibat pada terbentuknya batu saluran kemih atau batu ginjal.

Untuk itu cara mudah agar infeksi saluran kemih ini agar segera diatasi, lakukan kebiasaan baik mulai dari pola hidup yang sehat dan seimbang serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Berikut ini ada beberapa tips cara mencegah infeksi saluran kemih, diantaranya :

1. Konsumsi air putih mineral

Konsumsi air putih mineral minimal 8-10 gelas per hari atau setara dengan 1-2 liter per hari atau lebih sesusia kebutuhan tubuh akan cairan membantu mengeluarkan urine yang tersendat dan membuat aliran urine menjadi lancar. Dengan rutin minum air putih mineral dapat mengubah warna urine yang tadinya kekunungan menjadi putih bening. Air putih juga dapat mengurangi pembentukan batu pada saluran kemih dari berbagai zat.

2. Jangan menahan rasa ingin berkemih

Jika anda merasa ingin berkemih, segera lakukan jangan sekali-kali menahan rasa ingin berkemih, hal ini dapat membuat perut terasa sakit, gangguan ginjal dan membuat zat-zat sisa metabolisme tubuh masuk kembali ke dalam saluran kandung kemih yang kemudian akan membentuk batu pada saluran kemih.

3. Minum air putih mineral minimial 1 gelas ukuran sedang ketika bangun tidur di pagi hari untuk merangsang metabolisme tubuh untuk berkemih, sehingga air kemih yang terendap selama 1 malam keluar. Cara in juga sangat efektif dilakukan untuk mengatasi dan mengobati sakit pinggang.

4. Menjaga pola makan yang sehat dan seimbang

Salah satu cara yang paling efektif dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan hidup dengan mengatur asuhan pola makan yang seimbang yang tentunya menyesuaikan dan mememuhi kebutuhan tubuh dari asupan nilai gizi dan komponen gizi lainnya yang dibutuhkan tubuh. Dengan diimbangi olahraga yang teratur sesuai kemampuan tubuh serta menjaga berat badan tetap ideal merupakan salah satu kunci dalam hidup yang sehat dan dinamis.

5. Menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan

Kebersihan juga menjadi satu landasan penting bagi manusia dalam menciptakan suasana rumah atau pribadi menjadi enak dipandang dalam menikmati hidup. Lingkungan yang kotor dapat menjadi tempat atau wabah terjangkitnya suatu penyakit. Kebersihan diri pun demikian, dengan membersihkan organ intim dari arah yang benar dan menjaga kebersihan organ intim setelah berkemih atau melakukan hubungan seksual dan kegiatan lainnya menjadi penting adanya untuk selalu dilakukan.

Posted in Penyakit Infeksi Saluran Kemih | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Antibiotik Untuk Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih adalah gangguan kesehatan yang menyerang pada saluran kemih menyerang bagian atas seperti pyelonephritis dan bagian bawah seperti cystitis atau urethritis. Infeksi saluran kemih yang paling banyak disebabkan oleh bakteri E.coli, proteus dan klebsiella. Penyebaran ascending seperti penggunaan kateter, hematogen dan limfogen.

Infeksi saluran kemih ini dapat dicegah dengan pemberian obat antibiotik yang berfungsi sebagai penghambat atau membunuh kuman dan bakteri penyebab dari infeksi.

Obat antibitoik yang diberikan berdasarkan resep dokter untuk mengatasi infeksi pada saluran kemih, seperti :

1. Cotrimoxazole

Cotrimoxazole merupakan antibiotik sulfonamide kombinasi dari sulfamethoxazole dan trimethoprime. Obat antibiotik jenis ini memiliki daya kerja yang luas dan antibakteri trimetophrim sekitar 20-100 kali lebih kuat dibandingkan sulfamethoxazole. Obat antibiotik ini memilik mikroba yang peka terhadap kombinasi seperti : S. pneumonia, C. diphteriae, N. meningitis, 50-95% strain S.aureus, S. pyogenes, S. viridans, S. faecalis, E. coli, P. mirabilis, P. morganii, P. rettgeri, Enterobacter, Aerobacter spesies, Salmonella, Shigella, Serratia dan Alcaligenes spesies dan Klebsiella spesies. Di mana pada infeksi saluran kemih yang paling banyak berperan adalah E. coli, Proteus dan Klebsiella.

Berikut ini cara kerja cotrimoxazole dengan menghambat reaksi enzimatik pada pembentukan asam tetrahidrofolat.

- Sulfonamid/sulfamethoxazole menghambat masuknya molekul PABA (p-amibobenzoic acid) ke dalam molekul asam folat

- Trimethoprim menghambat reaksi reduksi dari asam dihidrofolat menjadi asam tetrahidrofolat

Tetrahidrofolat tersebut penting untuk reaksi-reaksi pemindahan atom C, seperti pada sintesis basa purin dan asam amino. Trimethoprim menghambat enzim dihidrofolat reduktase secara selektif, mengingat enzim tersebut juga terdapat pada manusia.

Resistensi terhadap cotrimoxazole lebih rendah dari pada terhadap masing-masing obat penyusunnya. Resistensi terhadao bakteri Gram-negatif disebabkan oleh adanya plasmid yang membawa sifat menghambat kerja obat terhadap enzim dihidrofolat reduktase.

Secara farmakokinetik, rasio yang ingin dicapai antara kadar sulfamethoxazole dan trimethoprim dalam darah adalah 20:1. Karena Vd trimethoprim lebih besar daripada sulfamethoxazole, maka pada pemberian peroral rasio sulfamethoxazole dan trimethoprim adalah 5:1 (dengan harapan ketika mencapai darah rasionya menjadi 20:1). Trimethoprim cepat terdistribusi ke jaringan dan kira-kira 40% terikat pada protein plasma dengan adanya sulfamethoxazole. Kira-kira 65% sulfamethoxazole terikat pada protein plasma. Sampai 60% trimethoprim dan 25-50% sulfamethoxazole diekskresi melalui urin dalam 24 jam setelah pemberian.

Obat antibiotik jenis ini digunakan untuk infeksi saluran kemih bagian bawah. Dengan pemberian dosis obat 160 mg trimethoprim dan 800 mg sulfamethoxazole setiap 12 jam selama 10 hari untuk penyembuhan. Namun jika pemberian dosis tunggal (320 mg trimethoprim dan 1600 mg sufamethoxazole ) selama 3 hari juga efektif untuk pengobatn infeksi saluran kemih akut yang masih cukup ringan, infeksi kronik dan infeksi yang terjadi berulang.

Efek samping yang ditimbulkan dari obat antibiotik jenis ini adalah megaloblastosis, leukopenia, trombositopenia (pada orang dengan defisiensi folat), dermatitis eksfoliatif, sindroma Steven-Johnson, nekrolisis epidermal toksik (jarang), mual, muntah, sakit kepala, dll.

2. Fluoroquinolone

Fluoroquinolone merupakan antibiotik yang memiliki spektrum terutama untuk bakteri Gram negatif (dayanya terhadap bakteri Gram positif relatif lemah). Walaupun dalam beberapa tahun terakhir telah dikembangkan fluoroquinolone baru yang berdaya antibakteri baik terhadap kuman Gram positif (S. pneumoniae dan S. aureus) serta untuk kuman atipik penyebab infeksi saluran napas bagian bawah (Chlamydia pneumoniae, Mycoplasma pneumoniae, Legionella). Yang termasuk ke dalam golongan fluoroquinolone adalah ciprofloxacin, norfloxacin, levofloxacin, ofloxacin, moxifloxacin, dll.

Fluoroquinolone mempunyai daya antibakteri yang sangat kuat terhadap bakteri E. coli, Klebsiella, Enterobacter, Proteus, H. influenzae, Providencia, Serratia, Salmonella, N. meningitidis, N. gonorrhoeae, B. catarrhalis dan Yersinia enterocolitica.

Fluoroquinolone merupakan antibiotik bakterisidal yang bekerja dengan menghambat enzim topoisomerase II dan topoisomerase IV. Enzim topoisomerase II (= DNA gyrase) berfungsi untuk merelaksasikan DNA bakteri yang mengalami positive supercoiling, sedangkan topoisomerase IV berfungsi dalam pemisahan DNA baru.

Resistensi pada fluoroquinolone dapat terjadi melalui mekanisme berikut:

- Mutasi pada gen gyr A yang menyebabkan enzim gyrase A (topoisomerase II) tidak dapat diduduki oleh molekul obat

- Perubahan pada permukaan sel kuman yang menghambat penetrasi obat

- Peningkatan mekanisme pemompaan obat keluar (efflux)

Fluoroquinolone terdistribusi dengan baik pada berbagai organ tubuh. Dalam urin, semua fluoroquinolone mencapai kadar yang melampaui kadar hambat minimal untuk kebanyakan kuman patogen selama minimal 12 jam. Waktu paruhnya relatif panjang sehingga cukup diberikan dua kali sehari. Kebanyakan fluoroquinolone dimetabolisme di hati dan diekskresikan melalui ginjal.

Fluoroquinolone dapat digunakan untuk infeksi saluran kemih dengan/tanpa penyulit, termasuk yang disebabkan oleh kuman-kuman yang multiresisten dan P. aeruginosa.

Efek samping yang terjadi penggunaan obat antibiotik ini adalah rasa mual, muntah, sakit kepala, halusinasi, kejang, delirium (jarang), hepatotoksisitas (jarang), kardiotoksisitas (penutupan kanal kalium menyebabkan aritmia ventrikel/torsades de pointes) dll.

Absorpsi fluoroquinolone dihambat oleh antasid dan preparat besi, oleh karena itu pemberiannya harus berselang 3 jam. Selain itu fluoroquinolone juga tidak boleh diberikan dengan teofilin dan obat-obat yang memperpanjang interval QTc. Obat ini tidak diindikasikan untuk anak di bawah 18 tahun dan wanita hamil.

Posted in Penyakit Infeksi Saluran Kemih | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment